Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya
Tampilkan postingan dengan label stoploss. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stoploss. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

Resiko atau Gambling


Hampir setiap pagi saya jalan ke pasar Suci. 
Di salah satu gang, jalannya becek karena puluhan kwintal tomat dibuang karena busuk dan tidak laku. Kali lain, saya temukan jambu biji berkeranjang-keranjang dibuang ....busuk.
Pada saat harga cabe meroket, berebutan orang bisnis cabe, tanam cabe, maling cabe. Dan beberapa minggu kemudian harga cabe turun melorot. Orang-orang kelabakan.....rugi. 

Bisnis dan resiko adalah sekeping uang dengan dua sisi.. Apakah kemudian dagang tomat, cabe, jambu biji adalah gambling? Apakah yang menanam Jengjen (albasia), yang kemudian habis ditebangi maling, gambling?

Pasar modal adalah pasar biasa saja, komoditasnya adalah saham. Pasar modal adalah tempat lokasi bisnis yang paling tinggi kadar etikanya. Pasar modal juga sarat dengan berbagai peraturan untuk melindungi investor. 
Mengapa? 
Berbeda dengan kredit card, bila kita ngemplang tentu akan dikerubut oleh debt collector, karena kita telah teken kontrak dengan card issuer. 
Maka lain halnya dengan saham. Bila kita memiliki saham ESOP TELKOM, kemudian TELKOM bangkrut  ( naudzubillahimindaliq, tapi saya pernah menulis artikel: 'Andikata BUMN bangkrut' ), maka saham kita menjadi lembaran bungkus pisang goreng.

Itu sebabnya Pasar modal adalah tempat berdagang yang paling transparan......siapa yang beli, siapa yang jual, berapa bid, berapa offer, posisi antrian. Bahkan informasi mengenai barang  dagangan TELKOM pun bisa dibuka di berbagai situs,. Kalau belum jelas, silahkan tanya ke bagian hubungan investor. Secara undang-undang TELKOM harus menjelaskan. 
Ingat kasus sebuah BUMN bidang energy ? Pejabatnya kena denda ratusan juta, karena insider trading yang telat menyampaikan informasi. Direksi malah didenda milyaran rupiah..

Saya setuju bila ada yang mengatakan bermain saham adalah gambling.....bila mereka hanya melihat detik demi detik aliran pasar modal dan main tubruk tanpa perhitungan. Sebab kalau  kita ngebo bingung.... sembrono!

Namun saya kurang setuju bila yang pemain memiliki system, tahu saham mana yang akan dipilih, tahu kapan beli kapan jual...... disebut gambler. Mereka selalu pasang stop-loss untuk mitigasi guna menangkal risiko, bila perhitungannya meleset. Kalaupun rugi, terukur dan tahu berapa persen.
Saya sangat tidak setuju bila seorang yang membeli saham yang sudah ditelitinya, disebut gambler. Karena pemain semacam ini selama menggeluti saham, mungkin ribuan transaksi telah dilakukan, semua ada catatannya. Bisa ditrace kembali dan dicari sebabnya mengapa perhitungannya bisa meleset, bila salah pasang. Semua ada analisanya dan tercatat.

Nah.....asal benar, punya system, teliti, mental kuat, disiplin.....bermain saham sangat menyenangkan, dan aman.

Sadhono.....

Jumat, 14 Desember 2012

Keterbukaan Investor


Manusiawi....apapun profesinya, sering menyimpan kegagalan  namun memamerkan keberhasilan. Demikian pula gambler atau investor. 
Manusiawi bila seseorang menyembunyikan kekalahan namun menyombongkan kemenangannya. 
Padahal, bagi seorang trader, kadang-kadang suksesnya terbantu oleh situasi pasar yang memang sedang bullish.

Bila kita memiliki log-book dan mencatat semua transaksi, termasuk trading plan berikut alasan eksekusi serta rekaman ambil untung atau catatan kegagalan.....maka dengan pikiran terbuka, kita bisa  menganalisa.....mengapa gagal???? 
Mengapa harus dilakukan stop-loss dan mengapa kali lain melakukan averaging down? 
Dengan log-book dan analisa sesudahnya, kita tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Pemain saham mestinya bisa lebih beruntung dari pada pedagang jeruk misalnya. 
Undang-undang menjamin bahwa isi laporan keuangan perusahaan yang disusun adalah  benar. Dan kita bisa membongkar isi perut dari sebuah perusahaan dari berbagai situs, atau Unit Hubungan Investor perusahaan.
Sementara para pedagang jeruk hanya pasrah bila ia mendapati barang dagangannya yang dijual di dalam peti, tidak seluruhnya segar dan layak dikonsumsi.

Salam, it's only a game.....20120422