Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya
Tampilkan postingan dengan label resiko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resiko. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Kiat Mensiasati Cum



Tanggal Cum Deviden adalah tanggal hari terakhir perdagangan saham yg masih melekat hak untuk mendapat dividen. Tanggal ini menyusul tanggal pengumuman yang biasanya diumumkan sebelumnya. Ikut diumumkan juga jumlah deviden yang akan dibayarkan dan tanggal  pembayarannya. Perangai saham biasanya harganya naik menjelang tanggal cum dan anjlog turun setelah cum-date.

Pola pergerakan harga inilah yang bagi sebagian investor menjadi tambang rejeki yang biasanya terjadi di awal tahun. Ada beberapa trick sebelum anda terjun ke dunia cum ini,

aaa) Cari info sebanyak dan serajin mungkin dari situs corporate, idx.com, sekuritas, situs berbayar atau dari mana saja

bbb) Buat sebuah daftar sederhana (lebih mudah dalam excel), kemudian masukan tanggal cum, tanggal hari ini, delta atau selisih hari ini dikurangi tanggal cum (tanggal hari ini minus tanggal cum), harga saham dan berapa deviden yang akan dibayarkan. Dari worksheet ini bisa diketahui kapan kita akan membeli saham dan kapan akan melepaskannya.

ccc) Tentukan strategi trading dalam cum, apakah opsi pertama, yaitu kita akan mencari selisih (gain) harga saham atau kita akan menempuh opsi kedua yaitu menikmati deviden. Tentukan berapa hari sebelum Cum anda akan membeli, beberapa factor yang mempengaruhi antara lain, risk appetite (seberapa jauh anda berani menerima resiko), karena membeli saham saat cum biasanya sedang trend naik. Makin jauh hari makin murah, namun modal anda akan terperangkap lebih lama. Makin dekat saat Cum harga sudah merayap naik, pengalaman saya minimum 12 atau 10 hari sebelum Cum, setelah itu sudah terlambat. Tapi terserah anda.

ddd) Untuk opsi pertama, mencari gain, persyaratan saham biasanya agak longgar, tapi tetap harus saham yang Fundamentalnya bagus dan harga tidak ekstrim overvalued. Lihat pergerakan harga saham belakangan ini, apakah anda bisa masuk pada hari cum-12 atau paling lambat cum-10. Biasanya pada saat itu harga belum naik secara drastis. Jual paling lambar Cum -1, lewat cum date biasanya sudah terlambat, harga sudah kembali menurun.

eee) Untuk opsi kedua, mengais deviden, saham yang diincar harus yang fundamental bagus, karena mungkin kita akan menyimpan saham ini sedikit lebih lama. Untuk tujuan ini anda harus lebih hati-hati, beberapa langkah yang bisa saya usulkan,

-          Harga beli sebaiknya masih harga normal atau sedikit diatas harga modus. Ini hanya bisa diperoleh kalau anda membeli agak jauh hari sebelum Cum date, 10 hari biasanya sudah terlambat dan beresiko rugi
-          Hitung prosentasi selisih harga beli terhadap harga modus.
-          Setelah cum date, maka harga biasanya sementara akan jatuh, mencari keseimbangan dan umumnya kembali ke harga modus
-          Keputusan beli bila prosentasi deviden terhadap harga modus jauh lebih besar dari pada selisih harga beli terhadap modus.

Nah, selamat mencoba. Disclaimer on.

Salam.


Senin, 07 Januari 2013

Nasib Pemegang Saham


Seorang sahabat menanyakan tentang nasib jemuran “karak”-nya. Karak adalah kerak nasi yang hangus mengeras saat kita memasak nasi. Karak bila di jemur kering, kemudian di goreng, lumayan enak untuk camilan dikala hujan gerimis. Di Jogja karak goreng yang berdiameter lk 20 cm harganya Rp.12.000 dan bisa di peroleh di hampir semua took oleh-oleh Jogya.

Tentu saja bukan karak itu yang dimaksud, modalnya terkubur di saham KARK, yang harganya terpaku di harga minimum saham, 50 rupiah. Hampir selama satu tahun, 2012, saham PT Dayaindo Resources International ini tidak ada transaksi. Penjual tidak bisa menjual di bawah harga 50 rupiah tersebut, sedangkan pembeli tidak ada mau yang membeli pada harga minimal tersebut. Akibatnya tidak terjadi transaksi sama sekali.

Pasar Modal memang penuh resiko, itu sebabnya otoritas Pasar Modal menerapkan banyak sekali aturan yang ketat. Tidak ada jaminan modal kita akan selamat. Namun demikian, Pasar Modal tetap sangat menarik, karena potensi peningkatan kekayaan kita juga luar biasa. Sesungguhnya sahabat saya ini tidak sendirian. Ingat jutaan investor menderita kerugian saat jatuhnya Emron, Wordcom di tahun 90-an, Krisis ekonomi yang dimulai dari Thailand 1997, collapsenya Baring Bank yang diawali dari Singapore, Lehman Brothers dan masih banyak lagi contoh senasib.

Sesungguhnya mungkin modal sahabat saya itu masih ada kemungkinan diselamatkan bila dijual diluar pasar. Sekuritas yang bertalian bisa membantu menjual di pasar negosiasi, tentu saja dengan harga banting-bantingan.

Tapi apakah masih ada pembelinya?

Data yang saya peroleh sangat minimal sehingga penjelasan saya mungkin sangat tidak akurat dan banyak salahnya. Maaf. Laporan keuangan yang terakhir yang diterbitkan oleh KARK yang bisa saya peroleh adalah triwulan ke 4 tahun 2011. Selama tahun 2012 tidak ada laporan triwulan yang bisa saya peroleh, mungkin memang KARK tidak perlu melaporkan, karena perusahaan ini sedang bermasalah.

Sejak awal tahun 2012, KARK menghadapi tuntutan pailit dari perusahaan asal Swiss SUEK AG. Tuntutan ini dikabulkan oleh Pengadilan London, namun tidak dapat dieksekusi karena ternyata Pengadilan Niaga di Indonesia membatalkan keputusan tersebut. Lepas dari masalah pailit, kembali KARK dan perusahaan yang bernaung dibawahnya, PT Daya Mandiri Resources menghadapi gugatan atas hutangnya kepada BII.

Dari laporan akhir 2011, saya dapati perusahaan tambang, khususnya Batubara ini cukup bagus kondisinya.
Penjualan hampir 1 Trilyun, tepatnya 940 Milyar
Laba bersih 60 milyar, sehingga laba per saham adalah Rp. 3 cukup bagus untuk harga saham di bawah Rp. 50,
PER nya 16.2 cukup menarik dibandingkan PER industry sejenis yang saat ini sekitar 19.34.
Operating Margin, EBIT/Sales 8.5 %, memang kecil untuk perusahaan tambang tapi jauh diatas perusahaan konstruksi.
Total Asset nya 2.99 Trilyun sehingga ROA nya 2.1
Total Equitynya 2.3 Trilyun sehingga ROE nya 2.5
DER nya 0.2 sehingga sesungguhnya sangat aman, hutang kepada BII yang hanya 91 Milyar belum apa-apanya dibandingkan dengan Asset dan Equitynya.
Yang menarik, PBV (harga saham dibandingkan dengan harga bukunya) hanyalah 0.4 jadi bila keadaan keuangan 2011 dipakai sebagai patokan, sekalipun perusahaan ini pailit dan semua assetnya di jual, hutangnya dibayar, para pemilik saham masih memperoleh sisa sekitar dua kali dari harga saham sekarang!!!

Nah, saya tidak yakin penjelasan saya ini akurat, namun setidaknya mungkin bisa menjawab pertanyaan sahabat saya, mengapa KARAK nya tidak kunjung mengering. Salam.

Minggu, 16 Desember 2012

Resiko atau Gambling


Hampir setiap pagi saya jalan ke pasar Suci. 
Di salah satu gang, jalannya becek karena puluhan kwintal tomat dibuang karena busuk dan tidak laku. Kali lain, saya temukan jambu biji berkeranjang-keranjang dibuang ....busuk.
Pada saat harga cabe meroket, berebutan orang bisnis cabe, tanam cabe, maling cabe. Dan beberapa minggu kemudian harga cabe turun melorot. Orang-orang kelabakan.....rugi. 

Bisnis dan resiko adalah sekeping uang dengan dua sisi.. Apakah kemudian dagang tomat, cabe, jambu biji adalah gambling? Apakah yang menanam Jengjen (albasia), yang kemudian habis ditebangi maling, gambling?

Pasar modal adalah pasar biasa saja, komoditasnya adalah saham. Pasar modal adalah tempat lokasi bisnis yang paling tinggi kadar etikanya. Pasar modal juga sarat dengan berbagai peraturan untuk melindungi investor. 
Mengapa? 
Berbeda dengan kredit card, bila kita ngemplang tentu akan dikerubut oleh debt collector, karena kita telah teken kontrak dengan card issuer. 
Maka lain halnya dengan saham. Bila kita memiliki saham ESOP TELKOM, kemudian TELKOM bangkrut  ( naudzubillahimindaliq, tapi saya pernah menulis artikel: 'Andikata BUMN bangkrut' ), maka saham kita menjadi lembaran bungkus pisang goreng.

Itu sebabnya Pasar modal adalah tempat berdagang yang paling transparan......siapa yang beli, siapa yang jual, berapa bid, berapa offer, posisi antrian. Bahkan informasi mengenai barang  dagangan TELKOM pun bisa dibuka di berbagai situs,. Kalau belum jelas, silahkan tanya ke bagian hubungan investor. Secara undang-undang TELKOM harus menjelaskan. 
Ingat kasus sebuah BUMN bidang energy ? Pejabatnya kena denda ratusan juta, karena insider trading yang telat menyampaikan informasi. Direksi malah didenda milyaran rupiah..

Saya setuju bila ada yang mengatakan bermain saham adalah gambling.....bila mereka hanya melihat detik demi detik aliran pasar modal dan main tubruk tanpa perhitungan. Sebab kalau  kita ngebo bingung.... sembrono!

Namun saya kurang setuju bila yang pemain memiliki system, tahu saham mana yang akan dipilih, tahu kapan beli kapan jual...... disebut gambler. Mereka selalu pasang stop-loss untuk mitigasi guna menangkal risiko, bila perhitungannya meleset. Kalaupun rugi, terukur dan tahu berapa persen.
Saya sangat tidak setuju bila seorang yang membeli saham yang sudah ditelitinya, disebut gambler. Karena pemain semacam ini selama menggeluti saham, mungkin ribuan transaksi telah dilakukan, semua ada catatannya. Bisa ditrace kembali dan dicari sebabnya mengapa perhitungannya bisa meleset, bila salah pasang. Semua ada analisanya dan tercatat.

Nah.....asal benar, punya system, teliti, mental kuat, disiplin.....bermain saham sangat menyenangkan, dan aman.

Sadhono.....