Pada saat pasar bingung, hampir semua harga saham berjatuhan
menyajikan saham jangkar seolah menyindir pasar. Bagi yang tidak berkenan mohon
diabaikan. Dari 12 saham bontot dari Daftar Fundamen Top40 ini, hanya LPCK
(8050) yang harganya masih relatif mahal, AISA (1210) dan KBLI (250) masih
sedikit wajar, sisanya kondisi lebih murah dari biasanya. Disclaimer on.
Mencari
Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya
Tampilkan postingan dengan label BBNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBNI. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Juni 2013
Rabu, 12 Juni 2013
Saham Jangkar 9 Juni
Saham jangkar adalah 12 urutan bontot dari Fundamen Top40
(daftar saham-saham yang fundamental bagus), saat bearish ini banyak yang
harganya menembus murah, yakni harga Modus minus SD=1. Tapi seberapakah murah
ini akan terus berlanjut, tidak ada seorangpun yang tahu. Minus pada area underpriced, 50 pada area Modus dan 100 pada area overpriced. Disclaimer on.
| KIJA | 103.09 |
| ACES | (39.70) |
| BBNI | (115.78) |
| BMTR | (66.03) |
| BTPN | 12.00 |
| DILD | (70.00) |
| ITMG | (68.35) |
| KBLI | (20.44) |
| KPIG | (84.76) |
| LPCK | 126.80 |
| INCO | 98.80 |
| WIKA | (30.10) |
Rabu, 29 Mei 2013
Saham Jangkar 26 Mei
Saham Jangkar adalah 12 saham yang menduduki posisi terakhir
dari 40 daftar Fundamen Top40.
Banyak perubahan dari saham Jangkar 26 Mei dibandingkan daftar 19 Mei yang lalu, ada penghuni
baru dari Fundamen Top40 dan ada juga saham yang turun urutan dari papan atas
di daftar Fundamen Top40 kemudian mlorot ke saham Jangkar, misalnya DILD, MAIN,
LPKR.
Semoga trading anda lebih menyenangkan, disclaimer on.
Senin, 06 Mei 2013
Dividend Yield
Dari hampir semua text-book Fundamental Analysis
disebutkan bahwa Dividend Yield adalah salah satu parameter penting yang
berbobot tinggi dalam menilai sebuah saham. Bisa dimengerti, karena salah satu
tujuan investasi adalah mendapatkan deviden. Seberapa besar modal untuk membeli
saham ini mendapatkan return berupa deviden, ditunjukan dengan ratio Dividend
Yield.
Dividend Yield ini memang salah satu parameter yang
mendongkrak demand atas saham tersebut dan ini tampak nyata terutama pada
hari-hari menjelang cum, atau hari batas kepemilikan saham yang memberikan hak
atas deviden. Deviden yang jumlahnya kecil, hanya sebagai pemanis bibir, tidak
terlalu menarik perhatian investor. Sebaliknya bila Dividend Yield besar, pasar
disekitar hari Cum ramai saham diperjual belikan investor.
Bila sebuah perusahaan menghasilkan profit, ada
batas-batas kewajiban membagi keuntungannya kepada pemagang saham disamping
untuk pengembangan perusahaan. Besarnya bagian keuntungan untuk pemegang saham
ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Deviden yang berupa cash (ada juga
yang bukan cash) jumlahnya tetap, sehingga pemegang saham sudah bisa menghitung
seberapa besar cash yang akan diperolehnya saat pembagian nanti.
Dari beberapa perusahaan yang belum lama ini bagi-bagi
dividend berikut beberapa contoh Dividend Yield (posisi harga 5 Mei 2013),
yakni presentase antara harga saham dengan jumlah deviden yang akan dibayar
dibandingkan dengan harga saham
BBNI 2.14
BBRI 2.53
BBTN 2.87
BJBR 5.75
BMRI 2.03
KAEF 0.59
Pemilik modal bukan orang yang bodoh, perusahaan yang
pelit membagi deviden, akan dihukum oleh para pemodal.
Delamat berburu.
Langganan:
Postingan (Atom)