Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya
Tampilkan postingan dengan label ASII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASII. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2013

Saham Jangkar 26 Mei



 

Saham Jangkar adalah 12 saham yang menduduki posisi terakhir dari 40 daftar Fundamen Top40.
Banyak perubahan dari saham Jangkar 26 Mei dibandingkan daftar 19 Mei yang lalu, ada penghuni baru dari Fundamen Top40 dan ada juga saham yang turun urutan dari papan atas di daftar Fundamen Top40 kemudian mlorot ke saham Jangkar, misalnya DILD, MAIN, LPKR.
Semoga trading anda lebih menyenangkan, disclaimer on.

Jumat, 15 Februari 2013

Saham Terlaris



Saham yang market kapitalisasinya besar di Pasar Modal belum tentu laris. Kebesaran sebuah saham dalam menguasai pasar tidak selalu sebanding dengan likuiditasnya di pasar. Tengoklah urutan saham-saham yang selama 200 hari belakangan ini, rata-rata nilai penjualannya (dalam ribu rupiah per hari) terbesar,

ASII                        255,535,568
BBRI                      226,508,415
TLKM                      173,302,150
BMRI                      169,866,208
UNTR                     145,155,868
TRAM                     127,462,004
PGAS                      97,208,705
BBCA                      94,883,831
SMGR                    87,656,936
BUMI                     81,857,377

Sementara itu, saham-saham yang penguasaan pasarnya atau market kapitalisasi (dalam juta rupiah posisi tanggal 14 Pebruari 2012) terbesar,

HMSP                  317,767,500
ASII                      313,747,536
BBCA                   244,084,591
BMRI                    210,209,999
BBRI                     208,812,121
TLKM                   196,559,992
UNVR                  173,582,500
PGAS                  114,541,126
SMGR                    97,870,080
GGRM                   96,204,400
INTP                       80,987,097
BBNI                       80,771,993
UNTR                     73,110,648
CPIN                       68,051,700
INDF                       57,950,814

Lihatlah, apapun alasannya, saham-saham HMSP nyaris tidak diperdagangkan. Sedang saham CPIN, UNVR adalah raksasa pasar modal, namun posisi likuidnya tidak termasuk kelompok teratas. Sebaliknya TRAM dan BUMI market kapitalisasinya (posisi 14 Feb 2013) hanya 12 dan 18 Trilyun namun ternyata favorit di Pasar.

Salam.


Kamis, 20 Desember 2012

Volatilitas sebuah Saham


Volatilitas,  atau ukuran variasi harga sebuah instrumen keuanga  misalnya saham, sesungguhnya bersifat netral. 
Tidak memihak. 
Namun bagi sebagian investor atau pelaku pasar modal, volatilitas yang tinggi atau saham yang melonjak-lonjak seperti roller-coater ini, sangat tidak disukai. 
Sulit dipegang dan bisa menguras modal.

Namun demikian, bagi penganut analisa fundamental, ada sekelompok investor yang justru menyukai saham dengan volatilitas tinggi ini. Bagi mereka, sering kali menjadi sumber rejeki.

Sayangnya, mengukur volatilitas sebuah saham, tidak terlalu mudah. Kita harus mengukur median harga saham dalam periode tertentu, dan melihat penyebaran harga-harga tersebut. 
Untuk mengetahui penyebaran harga, kita bisa menghitung  standard deviasi yang dapat mewakili  seberapa jauh harga-harga itu tersebar dari mediannya, sehingga kita mendapatkan nilai volatilitas.
Bayangkan, untuk memilih saham-saham yang volityle, betapa banyak pekerjaan yang harus kita lakukan untuk mengukur seluruh 440 emiten di Pasar Modal.
Namun bak pepatah...... ‘kemana kepiting berlari, ujungnya selalu di piring nasi’...... kita tidak perlu menghitung volatilitas mutlak dengan cara diatas. Kita bisa mengukur volatilitas relatif, yang banyak disediakan oleh situs-situs gratis. 
Yang saya maksudkan adalah index Beta.

Beta adalah angka volatilitas sebuah saham terhadap angka sebagai bench mark, dalam hal ini adalah index gabungan. 
Jadi bila misalnya index saham ASII adalah 1.57, maka pergerakan harga ASII dibandingkan dengan volatilitas index harga gabungan adalah 1.57 kali. Kalau IHSG naik, maka ASII akan juga naik 1.57 kali, sebaliknya bila IHSG turun, maka ASII juga akan turun malah 1.57 kali lebih dalam. 
IHSG sendiri adalah rata-rata pergerakan 440 emiten.

Beberapa tip untuk mencari cuan dengan memanfaatkan volatilitas:

-   Carilah saham-saham yang fundamentalnya bagus menurut standard anda, misalnya anda dapatkan daftar 40 saham
-   Carilah dalam situs Reuters, berapa harga Beta dari saham-saham tersebut. Reuters dugaan saya menghitung dengan skala waktu 52 minggu, jadi angkanya cukup stabil.
-   Urutkan deretan saham anda dari angka Beta yang tertinggi sampai yang terendah.
-   Tentukan passing grade berapa Beta yang anda harapkan untuk memonitor, misalnya hanya Beta yang diatas 1.5 yang anda akan amati. Misalnya anda mendapatkan saham AAAA BBBB CCCC DDDD EEEE
-   Anda cukup perhatikan ke lima saham tersebut berapa harga tertinggi selama ini dan berapa terendah selama ini. Masuk pada area rendah dan jual pada area tinggi
-   Pada beberapa sekuritas, memiliki perangkat yang bisa kita setting selama satu bulan untuk menjaring saham-saham yang kita inginkan pada saat menyentuh harga yang kita harapkan.

Good luck, disclaimer on.