Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya
Tampilkan postingan dengan label laba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2013

ROE



Return on Equity adalah pengembalian yang dihasilkan oleh perusahaan dari setiap rupiah yang ditanamkan oleh investor. Angka ROE mencerminkan seberapa efektif investasi dari pemegang saham dikelola oleh perusahaan. Bagi saya 15% sudah cukup baik, tentu saja makin tinggi makin bagus.

Cara menghitung ROE adalah dengan membagi laba dengan equity, atau modal, atau selisih antara total asset dan total liability (hutang)

Berdasarkan laporan triwulan 1/2013, dari emitten anggota bursa ada dua saham likuid, yang sering muncul di daftar Fundamen Top40,  yang angka ROE nya betul-betul kinclong, 

 


Bagi para analis fundamental, ROE ini menjadi salah satu pertimbangan, namun tentu bukan satu-satunya pertimbangan. Disclaimer on.

Senin, 18 Februari 2013

Demand Fundamental



Demand Fundamental, adalah parameter-parameter perusahaan yang mendorong adanya demand terhadap sahamnya, begitulah kira-kira yang dimaksud oleh Michael Turner dalam bukunya “The Essential Rules for Beating the Market”. Parameter fundamental sebuah Perusahaan itu banyak sekali, namun hanya beberapa saja yang mempengaruhi demand atas sahamnya di Pasar Modal, yakni

-          Pertumbuhan Pendapatan Triwulan terbaru terhadap triwulan yang sama tahun lalu
-          Pertumbuhan Laba tahun laporan terhadap tahun sebelumnya
-          Pertumbuhan Laba Triwulan terbaru terhadap triwulan yang sama tahun lalu
-          Rata-rata pertumbuhan laba selama 5 tahun belakangan ini
-          Return on Equity (ROE)
-          Dividend yield

Pada saat ini, data itu dapat diperoleh di banyak situs yang tidak perlu berbayar.

Investor hanya membeli saham sebuah perusahaan bila ia percaya bahwa saham ini akan dibeli orang dengan harga yang lebih tinggi di masa datang. Ia percaya bahwa bila perusahaan itu tumbuh, maka harga sahamnyapun akan tumbuh. Jadi ukuran demand, menurut Turner selanjutnya, sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan perusahaan.

Turner mengambil contoh sebagai berikut,
Ada dua perusahaan AAAA dan BBBB. Tahun lalu AAAA adalah perusahaan yang fundamentalnya terbaik dari sesama industry, ia menghasilkan Laba 10%. Perusahaan BBBB Labanya hanya 2%. AAAA jauh lebih kuat dari pada BBBB. Secara fundamental AAAA  lebih baik daripada BBBB.

Laporan Keuangan tahun ini AAAA tetap menghasilkan Laba 10% dengan konsisten, sementara perusahaan BBBB tumbuh dobel, Labanya menjadi 4%. Bila semua kondisi yang lain sama, investor akan memilih saham BBBB untuk dikoleksi. Bertindak dan berpikir secara fundamental.

Salam.

(Catatan: Kondisi NYSE tentu berbeda dengan IDX, kondisi pengawasan publik terhadap pasar modal juga tidak sama, Demand Fundamental di sini mungkin juga berbeda)