Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya
Tampilkan postingan dengan label ROE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ROE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Bedah saham MYRX

MYRX, saat ini berharga sekitar 500 rupiah per lembar sahamnya , kalau melihat sejarahnya saham ini pernah mencapai 740 (Juni 2013) atau bahkan 260 (Januari 2013), kisah-kisah jauh tahun-tahun sebelumnya MYRX pernah di dasar harga, 50 rupiah, namun juga pernah menyentuh ribuan rupiah.

Earning per share MYRX di triwulan 3/2013 kemarin “nol”, tidak untung namun juga, “untung-nya” tidak rugi juga. Tapi jelas lebih rendah dari triwulan yang sama tahun lalu, EPS = 4. DER perusahaan ini adalah 4.4, Karena perusahaan ini tidak bergerak di bidang keuangan, maka angka ini cukup tinggi dan mengandung resiko beban hutang yang cukup besar.

ROE, Return on Equity   3.3, kurang menarik bagi investor. Sedang Gross Margin                21.4, lumayan. EPS tahun 2012 adalah 22, jauh diatas EPS tahun 2011 yang 14. Sesungguhya angka ini bagus, namun rata—rata selama 3 tahun terakhir pertumbuhan EPS minus 6.81. Pertumbuhan salesnya juga tidak menentu selama tiga tahun terakhir nol, namun 5 tahun terakhir minus 16.37
Kalau saya boleh menyimpulkan pertumbuhan earning perusahaan ini tidak konsisten, seperti roll-coaster, terkadang naik terkadang turun, mungkin situasional tergantung adanya proyek besar pada tahun itu. Perkiraan saya ini bisa meleset, karena saya tidak memiliki informasi yang cukup.
Saya ingin bisa menghitung prospek saham ini kedepan. Bila mentah-mentah saya masukan pertumbuhan yang minus, formula menghitung, harga akan menukik turun. Namun bila melihat tren pertumbuhan sales maupun earning begitu tajam naik turunnya, jangankan meramalkan prospek, mengambil asumsi-pun saya tidak mampu. Tanpa asumsi pertumbuhan earning, jelas saya tidak bisa menghitung harga wajar saham ini saat ini.
Analisa saya memang sangat tidak memuaskan, juga buat saya sendiri. Seribu maaf.

Salam.

Rabu, 27 November 2013

ROTI

Saya tidak percaya bila anda tidak pernah makan roti, kecuali bila anda memang berpantang produk terigu karena alasan medis. Nah, anda harus percaya bila saya katakan bahwa 90% roti yang anda santap adalah produk PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Perusahaan ini diam-diam tapi pasti menguasai pasar roti di Indonesia dan kini sudah 90% pasar roti dibawah kendalinya. Masuklah ke sembarang mini market di kota-kota besar di Indonesia dan anda dengan mudah menemukan roti dengan merk “Sari Roti”, hasil produksi perusahaan ini.

Semula saat berdiri di tahun 1995, perusahaan ini hanya memiliki sebuah pabrik di Cikarang, kemudian dari hasil IPO tahun 2010 perusahaan ini mendirikan pabrik lagi di Semarang, Medan dan Cibitung. Kini perusahaan ini telah memiliki 30 production line yang memproduksi dan mensupply berbagai macam jenis roti. Siap menyajikan roti yang baru setiap pagi, hampir di seluruh pelosok Indonesia.

Pada tanggal 17 Oktober yang lalu, RUPS menyetujui pemecahan nilai nominal saham yang semula Rp. 100,- menjadi Rp. 20,- artinya setiap pemegang saham lama akan otomatis memiliki 5 saham baru dengan nilai seperlimanya. Berapa sih nilai pasar saat ini dari saham ini? Nilainya di pasar adalah Rp. 4850.- , boleh dibilang selama tiga tahun, nilai saham meroket sejak perdana 100 menjadi hampir 5000, atau 50 kali! Menurut manajemen perusahaan, tujuan pemecahan saham (stocks split) ini untuk menambah likuiditas saham, sehingga saham ROTI bisa diperdagangkan dengan nilai yang lebih murah. Anda percaya? Toch dengan perubahan jumlah saham dalam satu lot yang semula 500 saham menjadi 100 saham, nilai belanja juga lebih menurun?

Kedua peristiwa ini akan berlangsung hampir bersamaan. Jadi saham ROTI nanti akan menjadi saham PERTAMA yang menikmati splitted sekaligus penurunan jumlah satuan lot. Sebelumnya untuk membeli 1 lot ROTI sekitar 2,5 juta rupiah, nanti orang cukup investasi 100 ribu rupiah saja, ROTI akan menikmati dobble efek sampai 25 kali.

Kinerja di Triwulan tiga 2013, kinerja ROTI tidak terlalu baik, laba per saham yang tahun lalu 95, kemarin hanya 89 rupiah saja.  Menurun 6%. DER 1.3, tidak terlalu mengesankan. ROE 16.6, juga tidak terlalu menjanjikan. Gross Margin ya hanya 11.9%, memang dapat diduga beaya distribusi untuk menjamin roti tersedia di end-user dengan mutu yang tetap baik, tentu cukup besar. Dari perhitungan, sekalipun PER relatif rendah, bila saya bandingkan dengan perhitungan intrinsic value, harga sekarang masih sangat over valued. Namun, yang saya harus sebutkan, bahwa sebagian besar saham ROTI dimiliki oleh Bonlight Investments Limited (31.50%), Treasure East Investments Limited (31.50%) dan Shikishima Baking Co Ltd (8.50%), mereka tentu tidak sembarangan menginvestasikan modalnya.

Sekali lagi, jangan sekali-kali percaya dengan omongan analis apalagi yang amatir seperti saya, kalau ramalan saya selalu benar, dari dahulu saya sudah kaya raya. Disclaimer on.



Rabu, 04 September 2013

ROE 30

CEO mana yang tidak senang bila perusahaan yang dia pimpin Untungnya begitu gede sampai ROE-nya diatas 30 ? ROE atau return on Equity, adalah angka yang menunjukan berapa persen modal yang di gontorkan ke perusahaan menghasilkan rupiah kembali dalam satu tahun?

ROE diatas 30 adalah fantastis, dan menurut laporan keuangan triwulan yang lalu daftar perusahaan yang sahamnya LIKUID yang ROEnya diatas 30 adalah (angka di belakangnya adalah ROE),

ARNA/40.8
BSDE/33.3
KKGI/30.5
LPLI/68.4
MAIN/44.1
MDLN/39.6
PWON/37.6
RALS/73
SAME/31.2
SMRA/31
SSIA/37.5
TOTL/30.2 dan …
UNVR/133.1

Sekali lagi,daftar diatas bukan rekomendasi untuk BUY, karena untuk beli saham dipelukan banyak perhitungan lain yang cukup teliti.Disclaimer on.


Salam.

Selasa, 28 Mei 2013

IPO



IPO atau Initial Public Offering, atau penjualan saham perdana dialkukan oleh perusahaan yang sudah lolos uji yang sangat ketat dari Pasar Modal. Tentu saja pasar belum tahu berapa sih harga yang pantas untuk saham tersebut per lembarnya, Memang ada masa book-building yakni masa penjajagan berapa banyak sih yang akan pesan dengan harga yang akan dipasang. Lembaga under-writer lah yang bertugas mengatur semua, memperkirakan berapa harga bahkan menanggung saham yang tersisa bila pada hari perdana ternyata terjadi under subscribed.

Suatu saat seorang sahabat mengirim SMS  menanyakan tentang pergerakan saham yang barusan IPO.

-          Harga perdana 350, sekarang 375 beli tidak?
Kemudian tiga hari kemudian kembali ia kembali SMS,
-          Harganya sudah mencapai 600, apakah sudah maksimum? Apakah besok turun?

Wah, terus terang saya tidak bisa menjawab. Saya belum pernah trading di pasar sekunder saham yang barusan IPO. Saya tidak memiliki data historis saham tersebut. Saya tidak memiliki DER, ROE, Booked Value, Earning saham IPO. Data pertumbuhan tiga, lima apalagi delapan tahun tentu belum ada. Jadi analisa fundamental tidak bisa saya lakukan tanpa melihat prospektus saat IPO.

Memang beli saham perdana itu menurut statistik, menguntungkan. Tapi saham IPO yang kinerjanya kinclong antrinya juga luar biasa (over subscribed). Saya pernah antri beli sebuah saham BUMN yang lagi IPO, hanya memperoleh 10% dari dana yang saya transfer dan cilakanya 90% sisa dana ini membeku di pasar modal, hanya bisa dicairkan setelah beberapa waktu. Kadang-kadang seorang investor bukan hanya melihat prospektus tapi juga melihat apakah BUMN atau bukan bahkan melihat juga siapa under-writernya.

Tingkah laku saham IPO di pasar sekunder memang bermacam-macam. Ada yang langsung dalam seminggu melejit 500%, tapi ada juga yang naik sedikit terus setelah itu, turun, turun, turun dan turun terus sampai hanya 60% harga perdana. Kadang-kadang ada rumor-rumor yang kurang sedap tentang IPO. Terlalu banyak lorong gelapnya dan saya terlalu takut untuk terjun.

Mungkin yang paling aman, pelajari prospektus dan antri beli saham perdana. Kalau over-subscribednya tinggi mungkin sekuritas bisa membantu mencarikan, nitip ke anggota yang lain.

Selamat mencoba.

Minggu, 26 Mei 2013

ROE



Return on Equity adalah pengembalian yang dihasilkan oleh perusahaan dari setiap rupiah yang ditanamkan oleh investor. Angka ROE mencerminkan seberapa efektif investasi dari pemegang saham dikelola oleh perusahaan. Bagi saya 15% sudah cukup baik, tentu saja makin tinggi makin bagus.

Cara menghitung ROE adalah dengan membagi laba dengan equity, atau modal, atau selisih antara total asset dan total liability (hutang)

Berdasarkan laporan triwulan 1/2013, dari emitten anggota bursa ada dua saham likuid, yang sering muncul di daftar Fundamen Top40,  yang angka ROE nya betul-betul kinclong, 

 


Bagi para analis fundamental, ROE ini menjadi salah satu pertimbangan, namun tentu bukan satu-satunya pertimbangan. Disclaimer on.

Kamis, 25 April 2013

Saham Jangkar 20130414



Saham Jangkar

Adalah saham-saham yang menempati urutan 29 sampai dengan 40 dari daftar Fundamen Top40 edisi tanggal 14 April 2013 yang lalu dan secara fundamental masih cukup layak untuk dikoleksi,



Kecuali DILD hampir semua saham jangkar memiliki ROE yang lumayan sampai bagus. Pertumbuhan di tahun lalu, kecuali UNTR dan PTRO positif, beberapa bahkan sangat mengesankan. Faktor-faktor lain yang menyebabkan saham-saham ini masih berhak duduk dalam daftar adalah, PE, Minat investor asing, pertumbuhan sales selama 5 tahun ini, rata-rata transaksi harian dll.

Tentu saja investor harus memperhitungkan kapan saat yang paling tepat untuk membeli dan kapan untuk menjual. Disclaimer on.

Semoga trading anda lebih menyenangkan.