Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya
Tampilkan postingan dengan label PTRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTRO. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juli 2013

Low PER



Berdasarkan harga penutupan kemarin,  ada beberapa saham yang nilai PER (Price to Earning Rationya) relatif sangat rendah sehingga nilai PER nya kurang dari nilai PER rata-rata dari industri yang sama.  Saya sebut relatif karena bisa saja harga nominalnya tinggi seperti ELSA yang PER nya 61 misalnya, tapi terhadap kelompok industrinya rendah.

Nilai PER yang rendah tersebut mengindikasikan harganya sedang murah, bila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam bidang yang sejenis. Tentu saja untuk menetapkan saham tersebut dikoleksi masih banyak pertimbangan lain, bukan semata-mata hanya nilai PER nya.

Saham-saham yang nilai PER nya rendah tersebut (bukan petunjuk untuk mengkoleksi) adalah,
Disclimer on.

Sabtu, 08 Juni 2013

Saham Terlaris




Pasti akan banyak pendapat mengenai definisi terlaris. Terlaris karena banyak diperjual belikan? Terlaris karena jumlah transaksinya terbesar? Apakah 1000 buah transaksi mobil Toyota Avanza lebih laris dibandingkan dengan transaksi 100 Toyota Lexus yang nilai transaksinya lebih tinggi?  Ungkapan “laris” memang masih bisa diperdebatkan.

Sebagai analis saham, ijinkanlah saya membuat definisi sendiri, tentang dagangan yang laris, yakni dagangan yang modalnya sedikit tapi banyak diperjual belikan.  Bila diterapkan dalam saham, saham terlaris adalah saham yang  tertinggi ratio antara rata-rata nilai perdagangan harian dengan market capitalizationnya. Rata-rata nilai transaksi harian diamati dalam 200 hari, sedang market capitalization diukur pada saat harga terakhir. Agak panjang ya definisinya, tapi itulah yang mungkin saya bisa uraikan.

Namun untuk memudahkan perhitungan dan pemahaman, pemakaian ratio saya balik, yaitu market capitalization dibagi dengan transaksi harian. Sehingga ratio yang terkecil-lah yang terlaris. Untuk mudahnya saya berikan contoh PT Ciputra Property Tbk. (CTRP) dengan ratio 46 adalah saham yang terlaris, hanya dalam 46 HARI saja seluruh market capitalisasinya habis diperjual belikan ! Bandingkan dengan Bank Niaga (BNGA) yang memerlukan waktu lebih dari 100 tahun. Maaf kalau logika ini tidak berkenan.

Yang saya tidak habis mengerti, ternyata larisnya saham tidak berkaitan dengan prestasi fundamentalnya, beberapa saham bahkan sangat amburadul nilai fundamentalnya. Nah, menurut pengamatan saya, 20 urutan  saham yang terlaris adalah sbb.:

CTRP, 46
LCGP, 52
IATA, 56
MDRN, 59
TMPI, 60
SPMA, 68
UNSP, 72
PTRO, 84
TAXI, 89
TRAM, 90
BJTM, 92
PNLF, 114
BKSL, 125
CTRS, 142
ENRG, 149
GIAA, 155
BABP, 155
DOID, 156
DGIK, 171

Daftar diatas bukan rekomendasi lho. Disclaimer on.

Minggu, 02 Juni 2013

PBV



Banyak cara untuk mengukur apakah sebuah saham itu murah? Salah satu yang jarang dipakai orang adalah mengukur besaran PBV (Price to Book Value Ratio). Book Value adalah nilai buku dari asset  perusahaan tersebut. Jadi andaikata (andaikata lho!) perusahaan itu bangkrut, nilai yang tersisa buat para stake-holdersnya berapa? Setelah dikurangi oleh semua hutang-hutangnya, apakah masih tersisa buat pemegang saham?

Jadi jelas makin kecil nilai PBV, relatif nilai saham perusahaan tersebut makin murah. Sebaliknya makin tinggi nilai PBV-nya makin mahal sahamnya.

Namun ada yang berkilah bahwa book value tidak menghitung asset intangible (yang tidak nyata), misalnya brand name, good-will dll. TELKOM misalnya tentu ada nilai intangible yang tersimpan dalam umur perusahaan yang sudah ratusan tahun itu.

Investor tentu tidak memilih saham hanya dengan melihat PBV-nya saja toch?
Perusahaan mana yang PBVnya kecil? Berikut daftar beberapa saham yang nilai PBVnya kecil (berdasarkan harga penutupan 26/05),

 

Rabu, 01 Mei 2013

Saham Jangkar 20130428, DKFT



Saya sebut saham jangkar, karena 12 (dua belas) saham ini menduduki ranking akhir dari Fundamen Top40, yaitu urutan ke 29 sampai dengan ke 40. Menarik perhatian saya saham DKFT, Central Omega Resources Tbk PT (DKFT.JK). Perusahaan tambang yang pasar ekspornya ke China, India da Vietnam ini, keuntungan bersihnya turun sangat tajam, namun karena parameter yang lain masih bagus, tetap saya masukan dalam daftar Fundamen Top40.

Daftar saham jangkar edisi minggu lalu 28 April 2013 secara lengkap, urutan, Code, ROE dan Pertumbuhan profit tahun lalu sbb.:

29           CMNP                   15.8        9.55
30           DKFT      21.9        (94.60)
31           ERAA    16.8        69.32
32           BBRI      28.8        23.89
33           BBTN     13.3        17.46
34           UNTR       7.9        (2.09)
35           AALI      26           0.20
36           CPIN      32.9        14.69
37           PTRO     26.7        (0.63)
38           TBIG        19.8        73.08
39           CTRS      14.4        68.29
40           ISAT      10.6        64.29

Selamat berinvestasi. Disclaimer on.