Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya

Selasa, 08 Januari 2013

Efficient Market Hypothesis



Kaidah Pasar Modal adalah pasar yang efisien menyatakan bahwa pasar itu pintar. Pasar itu mengolah semua informasi atau rumor. Pasar itu juga menghitung kesehatan perusahaan. Pasar itu juga tahu perusahaan yang pelit dengan deviden atau yang royal, bahkan pasar juga tahu emiten yang akan bagi-bagi deviden. Pasar juga tahu bahwa sebuah perusahaan afiliasi asing akan menaikan setoran royaltinya. Pokoknya pasar tahu segalanya, bahkan pasar juga tahu menampung bandar yang sedang menggoreng saham. Semua itu tercermin dalam satu hal: HARGA! Harga adalah refleksi semuanya.

Bagi penganut konsep ini yang konsekwen, hanyalah fokus ke harga. Pengamatan hanya di tujukan terhadap harga, dan satu-satunya alat untuk mengamati harga dalam spektrum waktu yang panjang adalah grafik. Saat ini aplikasi software untuk mengamati harga, beserta semua teorinya  tersedia dengan luas. Aplikasi ini dijual di outlet software bahkan ada pula yang gratisan. Beberapa perusahaan sekuritas ada pula yang menyediakan aplikasi grafis harga saham yang cukup baik bagi pelanggannya.

Metode menganalisa saham dengan melihat grafik disebut Metode Analisa Technical. Itu sebabnya para penganut Analisa Teknis sering disebut juga para chartist. Pada saat ini dengan kemajuan teknologi digital analisa teknikal yang berdasarkan gambar grafis seakan tak terhingga banyaknya. Diperkirakan para chartist ini tidak akan puas dan masih akan mencari lagi metode yang baru.

Parameter yang membentuk harga juga luar biasa banyaknya, sehingga bisa di perkirakan metode analisa saham akan terus tumbuh dan makin meriah. Salah satu kelemahan utama metode Technical Analisis ini adalah keakuratannya akan berkurang manakala pemakainya makin banyak ( Start with Technical Analysis, Jack D.Schwager hal 176). Jadi makin populer sebuah metode Technical Analysis makin banyak false signal dan makin banyak perkiraan yang melenceng.

Lain halnya dengan analis yang menggunakan metode Fundamental Analysis, yang akurasinya justru meningkat manakala pemakainya lebih banyak.

Sadhono Hadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar