Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya

Rabu, 09 Januari 2013

Fibonacci Yang Ajaib

Angka-angka Fibonacci muncul secara alami. Fibonacci bisa menjelaskan bentuk-bentuk tiga dimensi spiral dari selongsong seekor siput secara sangat akurat. Fibonacci juga dapat menjelaskan bentuk-bentuk susunan segi empat tertentu yang membentuk struktur yang kokoh. Deret fibonacci menghitung populasi binatang di alam bebas seperti kelinci, lembu atau lebah. Fibonacci juga mampu menjelaskan besarnya tahanan listrik dari sebuah resistor. Fibonacci menjelaskan bentuk dahan, cabang dan ranting tumbuhan. Fibonacci juga menjelaskan susunan biji dalam buah, susunan daun dan susunan lembar daun bunga (petal atau sepal). Bahkan susunan sisik dalam buah nenas juga bisa diurai dengan memuaskan menggunakan deret fibonacci.

Fungsi deret Fibonacci dapat dituliskan sebagai berikut:  F(n) = F(n – 1) + F(n – 2), yang bila disusun berderet sebagai berikut 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, ... (tambahkan jumlah dua angka terakhir menjadi angka baru)

Siapakah Leonardo Fibonacci? Ia juga dikenal dengan Leonardo of Pisa, seorang ahli matematik kelahiran 1170 dari Italia. Ia mempelajari deret yang kemudian dikenal sebagai bilangan Fibonacci, terinspirasi oleh ilmu matematik yang telah berkembang di India oleh orang-orang Hindu. Ia juga memiliki andil dalam merubah angka Roman menjadi angka seperti yang kita kenal sekarang. Sumbangan dalam dunia matematik begitu banyak termasuk akurasi bilangan pi (3·14159 26535 ..) dan Phi yang juga dikenal sebagai Golden Section, ±0·61803 39887... dan ±1·61803 39887...

Bagaimana penggunaan angka Fibonacci dalam analisa harga saham?
Dalam technical analysis sering kali faktor subjective mempengaruhi perhitungan para analis. Fibonacci membantu mereka mengeliminir faktor ini. Perhatikan sekali lagi deret Fibonacci, 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55 …. Perhatikan tiga angka terakhir

(34-21)/21 = 61.8%
(34-21)/34 = 38.2%
(34-21)/55 = 23.6%

Para ahli analisa saham, melalui percobaan-percobaannya menemukan bahwa angka-angka tersebut ternyata berkaitan erat dengan support dan resistant pergerakan harga saham. Angka-angka itu kemudian menjadi angin segar untuk menjawab pertanyaan besar dalam dunia saham: Kapan masuk dan kapan keluar!!!

Nah terserah kepada anda. Fibonacci memang berhasil mengurai masalah-masalah yang berkaitan dengan alam (nature). Pertanyaannya adalah, apakah harga saham yang dipengaruhi oleh seribu faktor ini, termasuk gejala alami? Wallahu alam ….

Sadhono (terima kasih kepada pak Zar, atas inspirasinya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar