Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya

Kamis, 03 Januari 2013

Mau Untung apa Mau Tambah Kaya?


Anda bertrading saham mau untung atau mau tambah kaya? Begitulah pertanyaan yang saya lontarkan kepada seorang teman yang bertahun-tahun memelihara sebuah saham dari sektor pertambangan menunggu harganya naik kembali ke masa keemasannya.

“Jelas mau untung toch, mas”, katanya.
“Ini masih rugi, mengapa harus saya jual?”, sambungnya lagi kokoh bagaikan batu karang.

Teman ini bersikukuh, bahwa bila kita berdagang terus untung, otomatis akan tambah kaya. Padahal apakah seorang pedagang akan selalu untung? Konsep bertujuan untung dan mind-set ingin tambah kaya dalam trading saham tidaklah sama persis. Banyak pemain saham yang berobsesi harus untung, bila belum untung mengapa harus dijual? Mengapa kita harus pindah jalur?

Membeli saham bukan seperti membeli undian kuda balap. Membeli kupon undian balapan kuda, begitu kuda pilihan kita kalah berpacu, lenyaplah taruhan kita. Membeli saham seolah-olah melihat sekelompok kuda yang sedang berpacu, kita hanya memilih kuda yang terdepan. Bila di tengah pacuan kuda ini, tertinggal dari kelompoknya, dengan mudah kita alihkan modal kita ke kuda lain yang paling depan.

Seorang investor yang tidak mau melepas sahamnya yang berbulan-bulan jatuh tererembab, akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari saham lain yang sedang bersinar. Lalu kapan kita akan bertambah kaya? Sebaliknya, bila sudah untung, namun belum juga dijual, ya masih potensi untung, belum untung benar. Lalu kapan kita untung beneran?

Hati-hati bertrading saham, bila tujuan and semata-mata ingin menengguk keuntungan dari Pasar Modal.

Sadhono Hadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar