Mencari

Seorang investor selalu YAKIN bahwa rejeki itu ada di pasar Modal. Tugas sejatinya adalah mencari. Keindahannya adalah dalam berusaha menemukan. Akhirnya, kepuasannya tatkala menemukan apa yang diinginkannya

Kamis, 17 Januari 2013

Satu Lot Saham

Apakah dengan memiliki satu lot saham sebuah perusahaan AANU, anda merasa memiliki perusahaan AANU yang sangat terpandang itu? Bahkan bila anda memiliki beberapa puluh lot saham AANU, saham anda hanya sebagian kecil dari milyar-dan saham AANU yang beredar.

Anda bukanlah pemegang saham institusi yang memiliki sekurang-kurangnya 5% dari saham yang beredar yang bisa sedikit “berbicara” dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Suara anda dalam RUPS memang harus didengar, namun  dengan mudah dapat diabaikan.

Menurut saran ahli trading yang berpengalaman, kita hendaknya menghilangkan perasaan memiliki tersebut. Lembaran saham, menurutnya hanyalah sekedar komoditas yang harganya naik turun. Perbedaan harga yang setiap saat terjadi inilah yang memungkinkan kita mencari celah untuk membelinya kemudian menjualnya kembali saat sudah meningkat.

Pada umumnya selalu ada demand dan supply. Pada saat orang ingin membuang saham, bila tidak ada situasi istimewa, selalu saja ada orang yang ingin membeliknya. Sebaliknya pada saat sebuah saham sedang diburu orang, selalu saja ada yang ingin menjualnya. Masalahnya apakah terjadi kecocokan harga antara pembeli dan penjual.

Dengan melenyapkan perasaan memiliki perusahaan kita setidaknya terbebas dari beban emosi, yang sering kali menjadi penyebab kegagalan dalam bertrading. Karena kita terlanjur cinta pada perusahaan ini, kita enggan menjualnya pada saat harganya peak. Atau sebaliknya pada saat belum terlalu pas murahnya, kita terburu-buru membelinya. Sayang modal kita bukan?

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar